Warga Parit Culum 1 Keluhkan PT Unggas Jaya, Program CSR Diduga Mangkrak Setelah Tiga Tahun

Detiknews.co|Tanjab Timur – PT Unggas Jaya yang beroperasi di Kelurahan Parit Culum 1, Kecamatan Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kembali menjadi sorotan setelah warga menuding perusahaan tersebut menghentikan secara sepihak program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang sebelumnya dijanjikan berjalan berkelanjutan, Minggu (16/11/2025).

Program bantuan berupa 50 paket sembako dan penyediaan air bersih yang berlangsung selama tiga tahun pertama operasional perusahaan, kini tidak lagi dirasakan masyarakat. Padahal, kedua program tersebut merupakan komitmen awal manajemen untuk membantu masyarakat sekitar sebagai bentuk kontribusi sosial.

Warga mengaku kecewa atas sikap perusahaan yang dianggap tidak transparan dan tidak konsisten dalam menunaikan kewajibannya. Salah seorang warga Kelurahan Parit Culum 1, Anwar Bustami, menegaskan bahwa penghentian program ini sangat memukul warga kecil yang sebelumnya terbantu.

“Kami ini hanya masyarakat biasa. Waktu mereka datang, mereka berjanji akan bantu sembako dan air bersih. Itu sangat membantu kami. Tapi sekarang sudah tidak ada sama sekali. Seolah-olah kami ini tidak pernah mereka janjikan apa-apa,” ujar Anwar Bustami.

“Kalau memang ada kendala, jelaskan kepada kami. Jangan tiba-tiba berhenti begitu saja. Kami butuh kejelasan, bukan janji manis di awal saja,” tambahnya.

Warga juga menunjukkan kondisi penampungan air yang kini terbengkalai dan dipenuhi semak belukar, menjadi bukti bahwa program tersebut sudah lama dihentikan tanpa perawatan.

LP-KPK: Pemerintah Harus Bertindak

Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Tanjung Jabung Timur, Suharto, menyampaikan keprihatinan dan meminta pemerintah daerah segera turun tangan.

“Komitmen perusahaan terhadap masyarakat adalah tanggung jawab moral dan etis. Beberapa aspek dalam regulasi bahkan mengharuskan perusahaan menjalankan CSR. Kami mendesak Pemkab Tanjabtim dan dinas terkait segera memanggil manajemen PT Unggas Jaya untuk meminta pertanggungjawaban,” tegasnya.

LP-KPK memastikan akan mengawal persoalan ini hingga ada penyelesaian yang jelas dan hak masyarakat kembali dipenuhi.

Perusahaan Belum Berikan Klarifikasi

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Unggas Jaya belum memberikan tanggapan resmi atas dugaan penghentian program CSR tersebut. Warga berharap pemerintah dapat menengahi persoalan ini dan memastikan bahwa perusahaan tidak mengabaikan keberadaan masyarakat sekitar.(Red)