Proyek Jalan SD IT Talang Babat Rp.1,3 Milyar Disorot Publik, Diduga Pemborosan Anggaran Di Tengah Efisiensi APBD

Detiknews.co|Tanjab Timur – Proyek peningkatan jalan menuju SD IT di Kelurahan Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Jambi, kini menjadi sorotan tajam publik dan media. Proyek yang menelan dana Rp1,388 miliar dari APBD Tahun 2025 ini dinilai janggal karena mengaspal kembali jalan yang sebelumnya masih dalam kondisi baik.

Pantauan awak media di lapangan pada 7 Oktober 2025, pekerjaan peningkatan jalan tersebut telah selesai dikerjakan. Namun, publik justru heran lantaran jalan yang sudah beraspal sejak tahun 2023 kembali di-overlay, sementara di sisi lain masih banyak ruas jalan di Tanjab Timur yang rusak parah dan membutuhkan penanganan segera.

Beberapa titik di sepanjang jalan SD IT terlihat diaspal ulang, bahkan ratusan meter bagian lama juga ditingkatkan kembali. Anehnya, pada bagian persimpangan yang sudah merupakan jalan kelas B justru tidak dilakukan peningkatan. Hal ini memunculkan tanda tanya besar di masyarakat, “Ada apa dengan proyek ini?”

Publik menilai, kebijakan tersebut tidak sejalan dengan kondisi efisiensi anggaran daerah. Seharusnya, dana sebesar itu bisa dialihkan untuk pembangunan jembatan rusak, perbaikan jalan penghubung antarkecamatan, atau proyek prioritas lainnya yang lebih mendesak, terutama menjelang musim hujan.

Dugaan kejanggalan semakin kuat setelah publik menyoroti perencanaan dan pengawasan proyek. Berdasarkan papan proyek, kegiatan ini dikerjakan oleh CV. Arka Jaya Konstruksi dengan CV. Mega Cipta Konsultan sebagai konsultan pengawas, dan kontrak kerja dimulai 15 Agustus 2025 dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender.

Bahkan, sejumlah sumber menyebut, proyek ini tidak tercantum dalam pembahasan APBD murni 2025. Pernyataan Kepala Dinas PUPR Tanjab Timur dalam salah satu pemberitaan sebelumnya juga memperkuat dugaan tersebut, di mana disebutkan bahwa beberapa proyek besar di Muara Sabak Timur justru dipangkas karena efisiensi anggaran.

“Lucu saja, proyek jembatan yang rusak dan sangat dibutuhkan warga malah dipangkas, tapi jalan yang masih bagus justru ditingkatkan lagi dengan dana miliaran. Ada apa sebenarnya di balik proyek ini?” ujar salah satu warga dengan nada kesal.

Menanggapi sorotan publik tersebut, Kadis PUPR Tanjab Timur, Dedy, ketika dikonfirmasi media (7/10/2025), memberikan penjelasan singkat.

“Memang idealnya jalan aspal sebelum rusak perlu di-overlay, karena sudah mulai tampak retak-retak. Sebelum kerusakan membesar, kita perbaiki sebagian,” ujarnya santai.

Secara teknis, alasan tersebut mungkin dapat diterima. Namun, di tengah kondisi anggaran daerah yang terbatas, publik menilai kebijakan itu menunjukkan lemahnya prioritas pembangunan dan perencanaan yang matang.

Sementara itu, masih banyak ruas jalan utama dan penghubung antarwilayah di Tanjab Timur yang rusak berat dan menyulitkan warga beraktivitas, terutama di kawasan bertanah rawa.

Kini publik menunggu, apakah proyek dengan nilai Rp1,388 miliar ini benar-benar dilaksanakan sesuai kebutuhan dan asas manfaat, atau hanya sekadar proyek “penyerapan anggaran” di tengah isu efisiensi.

Sumber berita Media SKN.id