Detiknews.co|Sumbar- Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk jurnalis dan wartawan, untuk mendukung program Zero Over Dimension Over Loading (ODOL). Sementara itu, Ketua Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-K.P.K) Komda Sumatera Barat, Zulhakim, juga menanggapi serius atensi Presiden RI terkait masalah ODOL, Rabu 8 Oktober 2025.
-Tanggapan Serius Zulhakim cfle :
Zulhakim, Ketua LP-K.P.K Komda Sumatera Barat, menekankan pentingnya penegakan hukum dan penindakan terhadap pelanggaran ODOL untuk mengurangi risiko kecelakaan dan kerusakan jalan. Ia mendukung penuh penegakan hukum terhadap perusahaan yang melanggar aturan ODOL dan berharap pemerintah dapat menerapkan sanksi yang tegas bagi pelanggar.
*Poin Penting*
– *Penegakan Hukum*: Zulhakim cfle mendukung penuh penegakan hukum terhadap perusahaan yang melanggar aturan ODOL. Pemerintah telah menyiapkan sanksi pidana dan denda bagi pelanggar ODOL.
– *Kerusakan Jalan*: ODOL dapat menyebabkan kerusakan jalan yang signifikan dan membahayakan keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah berupaya untuk menekan jumlah kendaraan ODOL melalui aturan yang lebih tegas dan terstruktur.
– *Pengawasan*: Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres setempat diharapkan meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap kendaraan yang melanggar aturan. Pemerintah juga memanfaatkan teknologi digital untuk pengawasan yang lebih efektif, cepat, dan transparan.
*Zona Prioritas Penertiban Kendaraan ODOL*
– *Pelabuhan*: Akses menuju pelabuhan seperti Pelabuhan Teluk Bayur Menjadi fokus utama karena volume kendaraan barang yang tinggi.
– *Jalan Tol*: Ruas jalan Padang Pakanbaru dan Nasional seperti Lintas Damasraya -Padang- Bengkulu yang sering dilalui kendaraan berat akan diawasi ketat menggunakan teknologi Weigh In Motion (WIM) dan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
– *Kawasan Industri*: Area industri dengan aktivitas logistik tinggi menjadi target penertiban untuk mencegah pelanggaran ODOL.
Dengan sinergi antara pemerintah, TNI, Polri dan Nasyarakat, diharapkan program Zero ODOL dapat berjalan efektif dan mengurangi risiko kecelakaan di jalan. Zulhakim juga menekankan bahwa jangan sampai mencari keuntungan besar dengan merusak keselamatan masyarakat tutupnya.(Red)

